Saya sering mengatakan bahwa seringkali kita
suka lupa bahwa kita itu menyimpan atau bahkan sayang dengan hal-hal
buruk yang terjadi pada diri kita. Seringkali kita merasa sakit hati,
tidak mampu melupakan, tidak bisa memaafkan, dan hal-hal negatif
lainnya.
Sayangnya, hal-hal tersebut kalau disimpan lama-lama
malah akan meracuni kita sendiri baik pikiran dan tubuh kita. Jadi
kadang saya bertanya " Untuk apa racun dibawa-bawa ke mana-mana di tubuh
kita, padahal kita tahu itu tidak baik untuk kita?". Bisakah kita
belajar untuk "menaruh hal-hal negatif itu dan membiarkannya pergi".
Karena semakin lama rasa sakit hati itu dibawa dalam diri kita, efeknya
bukan akan menjadi baik tapi akan merusak tubuh dan pikiran kita.
Namun,
sering kali orang mengalami kesulitan untuk mengatasi hal ini. Itu
disebabkan karena rasa melekat terhadap perasaan, pikiran dan tubuh kita
ini terlalu tinggi. Orang yang merasa disakiti orang lain akan merasa
dirinya terluka, pikirannya terluka dan sulit atau tidak ingin sembuh.
Sayangnya,
kehidupan selanjutnya dari orang tersebut malah jadi berbeda dari
kepribadian dasar orang tersebut. Mungkin anda malahan saat ini bersikap menyakiti hati orang lain
dengan sering menduakan pria. Artinya Anda mungkin ingin
"membalas dendam" atas perlakuan yang diterima dulu. Apakah ini yang
ingin dilakukan ? Apakah dengan demikian akan menghilangkan perasaan
sakit hatinya? Yang terjadi saat ini malah sebaliknya bukan.
Saran
saya mungkin adalah lebih baik jika Anda mulai bisa melepaskan
rasa sakit hati itu dan mulai bisa menerima orang lain sebagaimana
adanya. Kadang pengharapan terlalu besar juga bisa membuat kita kecewa.
Pandai-pandailah beradaptasi. Ingat Kejahatan Tidak Akan Selesai Jika
Dibalas Dengan Kejahatan, Kejahatan Hanya Akan Bisa Selesai Jika Dibalas
Dengan Cinta Kasih.

0 komentar:
Posting Komentar